Masyarakat Miskin

Secara khusus di Indonesia, sejak 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan, ternyata belum seutuhnya membebaskan masyarakat Indonesia dari keterbelakangan. Pada kurun waktu yang lama, gagasan membangun [rencana pembangunan yang bertahap] sesuai Repelita dan Pelita, yang menjadi Kebijakan Top Down Orde Baru, ternyata tidak sanggup meniadakan kemiskinan. Di dalam frame Repelita dan pelita, dengan alasan stabilitas, terjadi penindasan serta penyingkiran terhadap masyarakat yang menolak kebijakan top down. Mereka disingkirkan karena dituduh sebagai penghambat pembangunan dan kemajuan. Tidak semua pembangunan fisik dan spiritual memperhatikan kepentingan masyarakat. Akibatnya, tujuan pembangunan nasional untuk menciptakan atau mencapai masyarakat adil dan makmur sesuai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pembukaan UUD 45, hanya terwujud pada sebagian masyarakat atau kolompok yang dekat dengan pusat kekuasaan tingkat pusat sampai di pelosok-pelosok negeri. Dan paradoksnya adalah, di sana-sini, tercipta komunitas masyarakat tersisih dan tertinggal karena korban pembangunan sebagai si miskin. Lalu, di manakah kita?
Menelusuri sumber kemunculan kaum miskin merupakan sesuatu yang cukup kompleks; ada beberapa catatan yang bisa menjadi acuan tentang adanya kaum miskin dengan kemiskinannya [terutama di Indonesia], yaitu: Mereka ada karena angka kelahiran yang tinggi Kelompok masyarakat yang tidak maju [untuk sementara kita memakai kaca mata kemajuan] sering disebut kaum miskin yang sarat dengan kemiskinan. Kaum miskin [plus kemiskinan] ini juga mengalami pertumbuhan dengan pesat atau bertambah banyak jumlahnya [terutama karena angka kelahiran yang tingi]. Angka kelahiran kaum miskin di negara-negara dunia ketiga [termasuk pada wilayah-wilayah tertentu di Indonesia] yang tinggi, pada konteks tertentu, tidak seimbang dengan tingkat kematian. Pertumbuhan kaum miskin yang sangat pesat ini terjadi hampir semua lokasi atau tempat mereka berada. Dengan demikian, pada umumnya mereka [kaum miskin] hampir tidak mempunyai apa-apa selain anak [anak-anak]; karena mereka tidak banyak berbuat apa-apa, selain prokreasi dan reproduksi. Mereka tetap miskin karena menutup diri dari pengaruh luar Tatanan serta keteraturan suatu komunitas masyarakat [di lokasi komunitas itu] merupakan warisan secara turun-temurun. Dan jika komunitas itu mempunyai kontak dengan yang lain, maka akan terjadi saling meniru kemudian masing-masing mengembangkan hasil tiruan itu sesuai dengan sikonnya. Dengan itu, dapat dipahami bahwa hubungan sosial [antar manusia, dan antar masyarakat] bersifat mempengaruhi satu sama lain. Namun, tidak menutup kemungkinan, walau terjadi interaksi, ada kelompok atau komunitas masyarakat [karena situasi tertentu] yang tidak mengembangkan diri, sehingga tetap berada pola-pola hidup dan kehidupan statis. Akibatnya, mereka tidak mengalami kemajuan yang berarti; [sekali lagi, dengan kaca mata kemajuan], mereka tetap dalam keberadaanya yaitu kemiskinan. Mereka tercipta karena korban ketidakadilan para pengusaha Kemajuan sebagian masyarakat global [termasuk Indonesia] yang mencapai era teknologi dan industri ternyata tidak bisa menjadi gerbong penarik untuk menarik sesamanya agar mencapai kesetaraan. Para pengusaha teknologi dan industri tetap membutuhkan kaum miskin yang pendidikannya terbatas untuk dipekerjakan sebagai buruh. Dan dengan itu, karena alasan kurang pendidikan, mereka dibayar di bawah standar atau sangat rendah, serta umumnya, tanpa tunjangan kesehatan, transportasi, uang makan, dan lain sebagianya. Para buruh tersebut harus menerima keadaan itu karena membutuhkan nasi dan pakaian untuk bertahan hidup. Akibatnya, menjadikan mereka tidak mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Secara langsung, mereka telah menjadi korban ketidakadilan para pengusaha [konglomerat] hitam yang sekaligus sebagai penindas sesama manusia dan pencipta langgengnya kemiskinan. Para buruh [laki-laki dan perempuan] harus menderita karena bekerja selama 12 jam per hari [bahkan lebih], walau upahnya tak memadai. Kondisi buruk yang dialami oleh para buruh tersebut juga membuat dirinya semakin terpuruk di tengah lingkungan sosial kemajuan di sekitarnya [terutama para buruh migran pada wilayah metropolitan]. Sistem kerja yang hanya mengutamakan keuntungan majikan, telah memaksa para buruh untuk bekerja demikian keras. Sehingga kehidupan yang standar, wajar dan normal, yang seharusnya dialami oleh para buruh, tidak lagi dinikmati oleh mereka. Fisik dan mental para buruh [yang giat bekerja tetapi tetap miskin], telah dipaksa menjadi bagian dari instrumen mekanis. Mereka dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan irama, kecepatan dan ritme mesin-mesin pabrik dan ritme bising mesin otomotif; mesin-mesin itu, memberikan perubahan dan keuntungan pada pemiliknya, namun sang buruh tetap berada pada kondisi kemiskinan. Dengan tuntutan itu, mereka tak memiliki kebebasan, kecuali hanya untuk melakukan aktivitas pokok makhluk hidup [makan, minum, tidur], di sekitar mesin-mesin yang menjadi tanggungjawabnya. Mereka tetap ada karena adanya pembiaran-pembiaran yang dilakukan oleh penguasa dan pengusaha Sikon hidup dan kehidupan komunitas masyarakat [mereka yang tersisih dan tertinggal] miskin diperparah lagi dengan tanpa kesempatan memperoleh pendidikan, tingkat kesehatan rendah, serta berbagai keterbatasan dan ketidakmampuan lainnya. Mereka ada di mana-mana, pada daerah terpencil, di tepi-tepi pantai, pinggiran kali dan rel kereta api, bahkan wilayah-wilayah atau daerah-daerah kumuh di perkotaan. Kompleksitas masyarakat miskin seperti itu, sengaja dibiarkan begitu saja oleh para penguasa dan pengusaha agar tetap terjadi suatu ketergantungan. Jika ada bencana alam, mereka dibutuhkan agar bisa melakukan charity advertenrial, atau tindakan bantuan sosial yang mengandung nilai iklan bahwa sang pemberi bantuan sebagai orang baik hati serta mempunyai kepedulian kepada kaum miskin [misalnya, jika terjadi bencana [tsunami, banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran]. Perhatian kepada kaum miskin yang hanya berupa charity advertenrial ini, bisa dan biasa dilakukan oleh pejabat, penguasa, tokoh agama, politik, artis, dan lain sebagainya. Dengan itu menghasilkan kaum miskin yang tetap menengadah tangan untuk meminta belaskasihan akibat penderitaannya. Mereka memeriksa kesehatan jika ada bhakti sosial kesehatan; makan dengan nilai gizi baik karena ada bantuan serta droping pangan, dan seterusnya. Mereka dihitung, jika tiba saat membutuhkan dukungan suara agar menjadi pemimpin daerah ataupun anggota legislatif. Mereka diperlukan, jika ingin melakukan demonstrasi [plus kerusuhan] melawan pemerintah. Bahkan, jumlah mereka dikurangi karena salah satu ukuran keberhasilan pemerintah adalah berkurangnya masyarakat atau orang miskin. Ataupun, jumlah mereka ditambah karena dipakai oleh kaum oposan [kaum oposisi yang dimaksud adalah orang-orang di luar lingkaran pemerintah] sebagai salah satu tolok ukur ketidakberhasilan serta ketidakbecusan pemerintah mengelola negara. Sementara itu, andil penguasa wilayah dan nasional [yang sering berkonspirasi dengan pengusaha hitam] untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat miskin pun cukup besar. Berbagai rekayasa jahat, pengusaha [konglomerat hitam] memakai tangan-tangan kotor penguasa untuk membebaskan lahan [dengan alasan pembangunan fasilitas umum] dengan nilai harga di bawah standar. Lahan atau persil dengan mudah berpindah kepemilikan [kepada para penguasa hitam dan jahat], karena pemiliknya [biasanya mereka adalah penduduk asli yang kurang pendidikan] tergiur sejumlah rupiah. Namun, karena ketidakmampuan memanage keuangan, dalam tempo tidak terlalu lama mereka menjadi kaum miskin baru [walau sesaat yang lalu mereka adalah orang kaya baru karena menjual tanah]. Seringkali penguasa dengan slogan politis memerangi kemiskinan, maka siapapun yang mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, politik dan keamanan serta pembangunan [akan] dianggap sebagai musuh. Karena itu banyak tanah milik komunitas suku bangsa yang tiba-tiba diperlukan area perkebunan, bandara, lapangan golf, pabrik, dan lain-lain. Ketika mereka [pemilik tanah] mempertahankan kepemilikannya, mereka dianggap sebagai penghambat pembangunan. Demikian juga, penyingkiran terhadap masyarakat, jika wilayah atau di alam bumi pada lokasi tempat tinggal mereka mengandung mineral atau barang tambang lainnya. Banyak masyarakat yang bermukim di tempat yang dianggap salah karena desanya lebih menguntungkan untuk dibangun waduk raksasa. Demikian pula ada masyarakat yang tiba-tiba harus menerima nasib untuk dipindahkan dari wilayah permukimannya, karena tanah mereka lebih cocok untuk proyek [mercu suar] pembangunan, serta tempat latihan perang. Dan tidak sedikit masyarakat kota tadinya berkecukupan tersingkir ke wilayah pinggiran dengan kemiskinan. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya menjadi kaum urban yang mengemis serta mengais-ngais sampah di metropolitan untuk mempertahankan hidupnya. Di sini, jelas bahwa adanya kaum miskin bukan semata-mata karena sebagai paradoks pembangunan, tetapi juga karena pembiaran-pembiaran pengusaha dan penguasa terhadap keberadaan mereka agar sewaktu-waktu dapat dipakai atau difungsikan sebagai salah satu alat untuk mencapai kedudukan, ketenaran, kekuasaan, serta rencana kejahatan yang tersembunyi. Mereka menjadi miskin karena manajemen keluarga yang buruk Pada umumnya, pada masyarakat [kota dan desa] ada orang-orang yang dikategorikan sebagai orang kaya. Dalam arti mereka mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan lainnya. Pada masyarakat desa, kelebihan mereka yang disebut orang kaya antara lain mempunyai beberapa persil tanah, lebih dari satu bidang sawah serta ladang, memiliki puluhan atau ratusan ekor ternak, bahkan mempunyai lebih dari satu isteri. Sedangkan pada masyarakat perkotaan, mereka mempunyai lebih dari satu rumah dan mobil, tabungan dan deposito, pekerjaan yang mapan, dan lain-lain. Walau mungkin tidak bisa menjadi acuan, penilaian tentang ciri-ciri orang kaya seperti itu, sudah menjadi pandangan umum dalam masyarakat. Namun, sejalan dengan perubahan waktu, keturunan [pada umumnya generasi ketiga dan keempat] orang-orang yang tadinya kaya tersebut ternyata menjadi miskin. Masyarakat atau orang lain yang mengenalnya hanya bisa bercerita dan mengenang orang tua atau kakek dan nenek mereka yang kaya raya. Mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Hal tersebut terjadi karena keluarga-keluarga kaya itu salah memanage keuangan ataupun harta bendanya. Bisa saja terjadi, anak-anak orang kaya [karena mengandalkan kekayaannya] tidak mau menata diri dengan pendidikan yang baik, akibatnya mereka menjadi orang kaya yang bodoh. Dalam sikon kebodohan itu, mereka tidak mampu mengelola hartanya dengan baik dan benar. Mereka hanya bisa menjual harta benda untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan. Akibatnya dalam kurun waktu tertentu harta benda mereka habis, sehingga lambat laun mereka menjadi miskin. Sumber: Google
»»  Read More...

Anak jalanan atau biasa disingkat anjal adalah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya sudah akrab dijalanan. Dan mungkin kita sudah tidak asing tentang sosok ini, karena disetiap penjuru kota, kita dapat dengan mudah menemukan mereka.
Lalu apa sebenarnya yang terjadi dengan anak-anak ini? Mereka yang tergolong kecil dan masih dalam tanggung jawab orang tuanya harus berjuang meneruskan hidup sebagai anak jalanan dan terkadang mereka menjadi sasaran tindak kekerasan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi ada juga sebagian orang tua yang dengan alasan untuk membantu ekonomi keluarga, menganjurkan agar anak-anaknya untuk menghabiskan masa kecilnya sebagai anak jalanan. Sumber: Google
»»  Read More...

Dampak PD2 bagi Indonesia

Perang Dunia II memberikan dampak yang luas dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut ini dampak PD II dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian.
Pengaruh Perang Dunia II bagi Indonesia Terjadinya PD II secara tidak langsung berpengaruh terhadap kehidupan politik dan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1942 Jepang berhasil mengalahkan Belanda, maka posisi Belanda Indonesia diambil alih oleh Jepang. Artinya Indonesia mulai dijajah oleh Jepang. Masa pendudukan Jepang berjalan sekitar 3,5 tahun. Berbagai kebijakan Jepang di Indonesia diarahkan untuk memperkuat kekuatan militer. Selain itu untuk ikut mendukung kemenangannya dalam menghadapi Sekutu. Perang Dunia II juga berpengaruh bagi Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Setelah Jepang kalah menyerah kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945, Indonesia dalam keadaan “vacuum of power” (kekosongan kekuasaan). Jepang sudah menyerah berarti tidak mempunyai hak memerintah Indonesia, sementara Sekutu, saat itu belum datang. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.
»»  Read More...

Sosialisai Seks Bebas Untuk Remaja

WARNING !!!! Hindari Sex Bebas di Kalangan Remaja! Semalam adalah acara 2 Dasawarsa Komunitas Pecinta Alam Janggala Ponorogo Wah ternyata suah tua ya? Acara di laksanakan malam hari dan berjalan lancar dan sukses! Setelah pemotongan tumpeng dan penyerahan tumpeng kepada Anak Pala paling muda di lanjutkan istirahat dan makan-makan. Acara Formal sudah selesai dan di lanjutkan Sosialisasi Tentang Tumbuh Kembang Remaja dan Hindari Sex Bebas! oleh (KRR Ponorogo ) Kesehatan Reproduksi Remaja Ponorogo. Banyak hal yang di jelaskan tentang kesehatan Remaja, Proses Perbahan kedewasaan dll. Menurut saya Sosialisasi tentang bahaya Sex bebas dan Aids memang sangat perlu! Banyak remaja jaman sekarang yang melakukan berbagai adegan mesum dan gilaya sampai di video. Hem Semoga saya tidak begono dan jangan sampai deh! Apa sih perubahan yang kita alami dan rasakan waktu tumbuh dewasa? Buat yang Cowok 1. Badan lebih berotot, Terutama bagian bahu dan dada *gue banget neh* 2. Pertambahan Berat dan tinggi badan * Gua juga neh* 3. Suara berubah lebih besar *aku juga neh* 4. Tumbuh rambut di ketiak, alat kelamin, kaki tangan dan juga wajah *aku maneh* 5. Buah zakar (pelir) menjadi besar dan berisi kalo terangsang dapat mengeluarkan sperma (ejakulasi) * hihihi* 6. Mengalami mimpi basah *aku juga pernah* Nah Kalau kalian yang baru dewasa dan mengalami siklus di atas berarti kalian InsyAllah Normal! *Kayak Jidat* Buat yang Cewek 1. Pertambahan Tinggi badan 2. Tumbuh rambut di sekitar kelamin dan ketiak 3. Payudara (susu, tetek) Mulai membesar (Susu gede) (mmm) 4. Panggul makin gedhe 5. Mengalami Haid atau menstrulasi pertama (menarche) Nah buat kalian cewek-cewek yang mengalami kaya diatas berarti kalian normal *aku mencarimu* Kapan sih masa Akil Balig itu? Pada umumnya masa akil-balig anak perempuan 1-2 tahun lebih awal dari pada anak laki-laki, Buat yang cewek di usia sekitar 11-12 tahun sedangkan yang cowok sekitar 13-14 tahun wah berarti saya yang sekarang berumur 17 tahun lebih 1 bulan sudah balig ya? (idiot) hee Perubahan Yang umum lainnya! Pada masa remaja kita akan lebih senang berkumpul di luar rumah, lebih sering membantah orang tua dan juga sering bohong ke orang tua, ingin selalu menonjolkan diri, kurang pertimbangan dan ini semua mudah terpengaruh teman. betul kata bang haji * Masa muda, masa yang berapi-api* Untuk Kamu yang cewek saat menjelang haid biasanya menjadi perasa yang mudah tersinggung, mudah sedih, marah dan cemas tanpa alasan! *hemm pantesan pacaraku dulu gitu* Kita mulai tertarik pada lawan jenis, buat yang cewek mulai mempercantik diri dan yang cowok ingin selalu memperlihatkan kejantanannya! (dance) Perubahan kejiwaan yang lain adalah kurang Percaya Diri (rendah diri, malu, cemas, dan bimbang) dan kamu jadi salah tingkah bila menukai lawan jenis. Hal ini wajar nda! MIMPI BASAH, BAGAIMANA BISA TERJADI ? Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi pematangan sperma didalam testis. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Masturbasi adalah memberikan rangsangan pada penis dengan gerakan tangan sendiri sehingga timbul ereksi yang disusul dengan ejakulasi, atau disebut juga onani. KEHAMILAN. Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut : 1. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam sel telur. 2. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur. 3. Di saluran telur ini, sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi. Tanda-tanda kehamilan : 1. Sering mual-mual, muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari. 2. Mengantuk, lemas, letih dan lesu. 3. Amenorhea (tidak mengalami haid). 4. Nafsu makan menurun, namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam). 5. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG. 6. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras, daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar. Nah buat yang belum nikah jangan coba-coba ya! Selain Dosa secara mental dan sosial cewek berusia kurang dari 20 tahun belum siap untuk menjadi ibu. Sebaiknya di tunda dulu hubungan sexsnya, nunggu sampai nikah *kalo gak tahan ya anu* Karena HUBUNGAN SEKS YANG BAIK, SEHAT AMAN DAN HALAL adalah yang dilakukan dengan katan Pernikahan yang Sah! Sumber: Google
»»  Read More...

Putus Sekolah Jadi PSK

Ditengah-tengah kondisi ekonomi yang semakin terhimpit, banyak sekali calon penerus bangsa yang harus rela putus sekolah. Tapi yang memperihatinkan adalah, ternyata jumlah pekerja seks remaja dibawah umur lebih banyak dibandingkan jumlah anak putus sekolah ! Yang lebih fantasis lagi, hasil survey menyatakan 70% pekerja seks di Indonesia terdiri dari remaja berusia 15 sampai 24 tahun. Dan tiap tahunnya angka tersebut meningkat hingga 30%. Siswi sekolah yang terlibat sangat pandai menyembunyikan profesi mereka. Pagi dan siang hari mereka beraktifitas dan berpenampilan layaknya anak seumuran mereka, saat sore datang, mereka bersolek dan berpenampilan seperti orang dewasa. Diketahui, dunia yang mereka jalani ini lantaran karena tuntutan pergaulan yang berawal dari dugem, hingga ajakan teman. Tentunya semua itu dapat mereka jalani didukung oleh faktor broken home, orang tua yang terlampau sibuk, kekerasan dalam rumah tangga, hingga lepas dari pengawasan kedua orang tua. Gemerlap dunia malam hingga penghasilan besar yang menggiurkan, membuat mereka semakin tak ingin lepas dari segala kemewahan yang mereka dapat. Bagaimana tidak, untuk sekali kencan dipatok mulai dari 750 ribu hingga 1,5 juta rupiah, sedangkan untuk layanan panjang sampai pagi berkisar 1,5 hingga 4 juta rupiah. Tentunya bukan nominal yang sedikit untuk para pelajar. Dalam aksinya mereka tidak jalan sendiri. Melalui jasa mucikari yang biasa disebut mami atau papi, bertugas mengatur janji dengan para pelanggan melalui telpon, menentukan waktu, hingga menjamin keamanan tempat. Untuk keamanan mereka tidak beroperasi di hotel, mall atau jalan, mereka lebih memlih caffe atau menyewa villa. Penyedia jasa mucikari biasanya membuka jaringan melalui jejaring sosial / facebook. Dengan alasan lebih banyak duitnya, adapun pelanggan yang menjadi sasaran mereka diantaranya para pengusaha, bisnis man, dan eksekutif muda. Untuk pembayaran biasa melalui transfer ataupun tunai melalui PSK, hasil yang didapat harus dibagi dengan penyedia jasa mucikari. Sangat memprihatinkan karena pekerja seks remaja dibawah umur semakin berkembang pesat, bukan hanya di kota besar dan daerah wisata, tapi kota kecil hingga pedesaan pun turut menjadi bagian darinya. Oleh karena itu peranan orang tua sangat penting, agar anak tidak ikut terjerumus. Bekal agama yang cukup, menjaga hubungan baik rumah tangga, mengenali anak, berkomunikasi, memberikan perhatian, mengenali pergaulan dan teman-temannya, serta lebih waspada, merupakan pondasi yang kuat supaya anak tidak ikut terseret kedalam jurang kehancuran.
»»  Read More...

Pengertian Ilmu Sosial Dasar [ Tinjauan Ilmu Sosial Dasar ]

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori-teori (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah). Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar. Ruang Lingkup Studi Ilmu Sosial Dasar Ilmu Sosial Dasar meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga-lembaga sosial. Yang terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Sasaran Ilmu Sosial Dasar Sasaran Studi Ilmu Sosial Dasar adalah aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Tujuan Ilmu Sosial Dasar Ilmu Sosial Dasar membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. Pokok Bahasan Ilmu Sosial Dasar 1. Pengertian, latar belakang serta ruang lingkup pembahasan. 2. Sekilas tentang ilmu-ilmu sosial, IPS, ilmu sosial, dan ilmu sosial dasar. 3. Penduduk, masyarakat dan kebudayaan. 4. Individu, keluarga, dan masyarakat. 5. Pemuda dan sosialisasi serta peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat. 6. Peranan pendidikan dlm pembangunan. 7. Warga negara dan negara. 8. Pelapisan sosial desa, kesamaan derajat. 9. Desa, masyarakat kota dan pembangunan pedesaan. 10. Kota, masyarakat kota, dan pembangunan perkotaan. 11. Pertentangan-pertentangan sosial. 12. Integrasi sosial dan integrasi nasional. 13. Pembangunan dan perubahan sosial. 14. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan. Sumber : google, http://sigitloveskate.wordpress.com/tugas-ilmu-sosial-dasar-isd/
»»  Read More...

Bisnis Pertama Kali


Saya melakukan bisnis pertama kali ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu saya berjualan kelereng dari hasil menang main kelereng bersama teman-teman sekolah. Bisa dibilang hasilnya cuma cukup untuk beli permen doang, tetapi bukan itu tujuan aku jualan kelereng. Aku jualan kelereng untuk memotivasi diri aku sendiri agar bisa mandiri karena aku bisa dapet uang untuk jajan, jadi tidak perlu meminta lagi sama ortu. Rasanya senang banget waktu itu bisa menghasilkan uang dari jerih payah sendiri (berlebihan). Hehehehe...............
»»  Read More...

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes